Selasa, 11 Oktober 2011

Quotes : Steve Jobs

“Mengingat-ingat bahwa aku akan mati adalah alat yang paling penting yang pernah aku jumpai untuk membantuku membuat keputusan besar dalam hidup. Karena nyaris semuanya, semua harapan dari luar, semua kebanggaan, semua ketakutan dan rasa malu atau kegagalan, semuanya akan musnah di hadapan maut, menyisakan apa yang penting saja. Mengingat-ingat bahwa kalian akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk terhindar dari perangkap bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Kita semua telanjang. Tidak ada alasan untuk tak mengikuti hatimu.

Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjadi orang lain. Jangan terjebak dengan dogma, yakni hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu.”



Steve Jobs -2005

source :http://id.berita.yahoo.com

Senin, 10 Oktober 2011

part1 : pertemuan kita malam itu ♥

Sudah lama aku tak bertemu denganmu. Ada rasa rindu, tapi aku menahan diri untuk tak mengatakannya duluan. Entah apa nama hubungan kita, aku tak paham dan kaupun juga tak peduli.

Tiba-tiba kau muncul dan mengajakku untuk pergi bersama malam harinya. Sebenarnya aku lelah, tapi untukmu yang sedang badmood, aku pun mengangguk mengiyakan.

Melihatmu (lagi), apa kau tahu betapa senangnya aku. Walaupun sepanjang kebersamaan kita malam itu kau hanya membiarkanku tersenyum sendiri. Sepertinya usahaku untuk menularkan kebahagiaan padamu gagal. Tapi apa lagi yang bisa ku lakukan selain menemani dan mendengarkan kata-kata pedas darimu. Biasanya, aku akan mendebatmu tapi kali ini aku cuma tersenyum mengalah.

Kau mengambil rute yang tidak biasa, membawaku berputar-putar tak jelas dan berhenti di bangku taman favorit kita.

“Kamu sakit ?” tanyaku saat melihatmu bersandar memejamkan mata. Terlihat pucat.

“Ya, cuma sedikit flu” jawabmu singkat. Rasanya tak tega melihatmu jauh-jauh menemuiku hanya untuk makan malam padahal kamu sedang sakit.

“Kenapa tadi ke sini, kan mending kamu istirahat” kataku

“Aku sendirian di sana, ya nggak papalah” jawabmu. Aku cuma bisa diam menatapmu. Menatap dirimu, yang entah kenapa bisa ku sukai. Sering aku bertanya pada diriku sendiri, apa kau juga merasakan rasa yang sama denganku ?

loviilovv

dia

dia

adalah kumpulan rasa suka

rasa kecewa


rasa rindu

dan sakit hati

usahaku untuk membencinya


selalu saja gagal

apa mungkin aku harus menyerah

dan mengakui kehebatannya ?

Sabtu, 08 Oktober 2011

selalu salah

Gampang nyalah-nyalahin orang lain
tanpa tahu perkara yang sebenarnya.
Andai mereka ada di posisi si salah,
pasti ngrasain
kalo jadi orang yang di salah-salahin itu
nggak enak.

im fine

lebih suka bilang
“aku baik-baik saja”
daripada musti ngejelasin panjang lebar tentang kesedihan yang sebenarnya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...