Sabtu, 22 Februari 2014

Teruntuk bun.

src: wehearit.com
Bagaimana bisa bun berharap orang itu akan paham kesalahannya sendiri, sementara di dunia ini ada tipe manusia yang kesadarannya nol. Mengapa tidak langsung saja bun tegur? Menggunakan kata-kata yang ramah dan alasan yang jelas. Pasti akan ada usaha untuk berubah, mungkin pelan, sabarlah. Bukan malah sok tak acuh dan main sindiran. Setiap orang berbeda, bun. Mungkin bukan hanya saudara bun yang ingin di mengerti tapi tak mau mengerti orang lain, siapa tahu bun juga.

Salam sayang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...