Kamis, 20 Oktober 2011

hitam setia

Aku suka hitam. Hitam melindungiku dari rasa sedih, kecewa, dan sakit hati. Hitamlah yang menemaniku saat aku merasa terbuang. Merasa tak di anggap seperti manusia, disepelekan layaknya aku ini sesuatu yang tak berguna. Dia menyembunyikanku dari tatapan jahat dunia, agar aku tak memperlihatkan kelemahanku dan hanya dikenal sebagai sosok yang kuat.
Ada kalanya aku melupakan hitam, namun hanya hitam yang senantiasa menerimaku kembali dengan lapang tanpa sedikitpun pertanyaan. Dia yang meminjamkan bahunya untukku menangis, menawarkan telinganya untuk mendengarkanku mengungkapkan kekesalan, dan meninabobokanku di pangkuannya setelah aku lelah melepas kepenatan.
Hitam membiarkan aku melampiaskan segala masalah padanya, agar aku lega. Dia berkata bahwa bila saat hidup kembali berjalan aku harus berusaha untuk kembali menjadi diriku yang baik-baik saja, menutupi keadaan yang sebenarnya.
Maka jangan bertanya mengapa sang hitam itu ada, karena dia adalah penyeimbang dan tak kalah menyenangkan dengan sang putih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...