Minggu, 23 Oktober 2011

in memoriam

8 tahun 2 bulan 8 hari, kamu udah nemenin aku.


Rasanya baru kemarin aku beli kamu, waktu itu aku masi pake merah-putih. Waktu itu aku takut, kalau - kalau ibuk nggak ngijinin aku buat melihara kamu. Eh ternyata, ibuk juga suka.
Banyak yang nanya, kok namanya Didut. Hehhe, gini nih ceritanya ..

Dulu bulumu warnanya pink, makanya aku kira kamu cewek. Jadi aku kasih nama Femi. Hehhehe. Biar girly banget gitu. Setelah gede, baru ketauan kalo kamu itu cowok. Karena badanmu yang bongsor nan gembul, waktu ibuk mau ngandangin kamu di sore hari, di panggillah kamu " dut .. dut .. ayo ngandang ". Nah, sejak saat  itu namamu berubah menjadi Didut plus embel-embel Gendut dariku ( maunya sih biar kelihatan lebih macho, wkk )

Di sekolah aku sering cerita tentang kamu, mungkin temen - temen ku sampe enek kali denger aku cerita tentang kamu. Hehhe.

Setelah 7 tahun, kamu mulai kalah dari jago punya ibuk yang lain. Walaupun begitu, kamu tetep juara di hatiku. Kamu tidur di kandang belakang sambil ngeloni ayam - ayam kecil. Wah, uda kayak babysister aja. Tapi sepertinya kamu memang cocok begitu, karena mereka sayang sama kamu dan kamu juga sayang mereka. Buktinya kamu selalu panggil mereka tiap kamu dapat makanan dan mereka selalu nurut tiap kamu panggil mereka untuk tidur.

Sekarang, kamu udah nggak ada. Kamu udah tenang di alam sana. Mungkin ini lebih baik, daripada kamu merasa sakit karena uda 3 hari nggak bisa makan.
Mungkin sayang Allah lebih besar daripada sayang aku buat kamu. Dan aku cuma bisa berdo'a agar kamu bahagia di sana

Makasih buat keluarga dan teman-teman yang sudah support aku, yang sudah perhatian sama didut. Maaf kalau didut punya salah.
in memoriam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...