Minggu, 23 Oktober 2011

patah (lagi)

Hari ini untuk kesekian kalinya aku merasa seperti pungguk merindukan bulan. Entah untuk yang ke berapa kalinya kamu mengisyaratkan kalau kamu telah menyukai orang lain. Mungkin aku harus melihatmu menjadi milik orang lain agar aku merasa patah hati yang sangat dalam dan tidak mengharapkanmu lagi. Aku tahu kalau hal ini salah dan kesalahanku bertambah besar karena aku membiarkan rasa itu tumbuh dan berkembang hingga akhirnya menenggelamkan akal sehatku.
2 tahun, apakah itu lama atau tidak, aku sudah tidak peduli. Berkali aku berusaha melupakanmu tapi kau selalu kembali di ceritaku. Hanya sebagai teman, ya hanya sebagai teman yang akan kau cari saat teman-temanmu meninggalkanmu, yang akan kau cari hanya saat kau kesepian. Selama ini aku selalu menerimamu, kapanpun kau mencariku aku selalu ada. Tapi saat aku membutuhkanmu kau malah lenyap tak berbekas. Belakangan baru aku tahu kau sibuk bersenang-senang dengan teman-temanmu. Apa seperti itu perlakuan yang akan terus aku terima ?
Hari ini aku menangis, menangisi kebodohanku. Terduduk lemah menatap kepandiran diriku. Apa kau tahu, rasanya seperti pecundang yang kalah sebelum berperang. Seperti mainan yang dibuang setelah mendapat mainan baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...