Senin, 17 Oktober 2011

part3 : dear lovii ♥

Dear Lovii yang ku sukai,
Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu. Ketakutan tak beralasan yang ku miliki tentang orang-orang di sekitarku membuatku merasa kurang nyaman. Rasanya ingin aku berlari mengadukan semuanya padamu, tapi aku ragu apa kau mau mendengarkanku. Aku takut bila mereka mulai berbicara tentangku, tentangnya yang mereka bilang menyukaiku. Aku tidak mau perasaan sukaku padamu terusik oleh orang lain.
Aku tahu aku ini bukan siapa-siapamu. Aku hanya seorang ‘secret admirer’ yang berusaha untuk berdiri sejajar dan tertawa bersamamu. Aku tak mau merusak keakraban kita hanya karena perasaan tak penting yang ku miliki. Apa gunanya aku berkata jujur bila akhirnya hanya membuatmu menjauh dariku.
Lovii, aku rindu saat kau memanggilku dengan sebutan akrabmu untukku. Bukan panggilan spesial tentunya, tapi aku merasa istimewa saat kau menyebutku begitu. Kata-kata yang dibuat secara spontan, sederhana dan mudah di ingat. Saling melengkapi.
Namun sekarang aku tak lagi mendengar nama itu. Mungkin kau merasa hal itu kekanak-kanakan. Tak lagi pantas untuk dirimu yang sudah tumbuh dewasa menjadi sosok yang kharismatik dan di segani. Andai waktu bisa terulang, Lovii. Aku merindukan kita yang dulu.

loviilovv

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...